Puisingkat

20 05 2013

Aku tak ingin semua ini berakhir dengan baik, karena aku tidak ingin semua ini berakhir

Advertisements




Puisingkat

30 04 2013

Someday, soon, you will come closer to me. I don’t know whether, should I happy or not…





Puisingkat

15 02 2012

Meski jauh

dan tak tersentuh

tapi dirimu dekat

ada di sini

di hati





Pintu

11 02 2012

Kau belum membuka seluruh pintumu. Tok…tok…tok….. permisi…..

Empat pintu rumahmu kuketuk. Satu telah kau bukakan, satu baru saja aku ketuk. Dua lagi entah di mana kau sembunyikan kuncinya

Kuperhatikan lagi, ternyata ada 5 pintu. Yang satu sudah terbuka dari dulu

Tapi mengapa pintu terakhir ini sulit sekali membukanya?

Oh, ini mungkin bukan pintu rumah, yang satu ini mungkin pintu kamarnya. Benar kah?





Hey!

11 11 2011
Panggilan itu baru
Kata itu memanggilku
Seakan suara menyapa seorang asing

Namun panggilan itu adalah panggilan rindu
Panggilan merdu penangguk rindu

Hey! Aku ini nyata
Tak seperti internet yang maya

Walau nyata,
ku dapat semaya-mayanya 
terbang kedalam anganmu, 
menghias mimpimu




Puisingkat: Ironi Sebatang Kayu

3 10 2011

Senja menjelang petang, menjadi waktu yang tersenang
Untuk mengumbar ide
di selepas kepenatan bekerja
Secercah masih tersirat ungkapan hati

——————————————————

Laksana sekerat kayu
Di antara belantara samudera
Mengambang kian kemari

Tak ada arah, tak ada tujuan
Ke mana angin, akan menghanyutkan

Jika masanya, kan ter-renyuh
Termakan air, lumut, dan ikan
Pula camar laut

Mungkin tak tenggelam
Namun bertebaran tak menyatu

Karena kau mencampakkan
Dari sebatang tinggi

Mengabaikan dari bagiannya
Men-tak-acuhkan keberadaannya

Membiarkannya terpencar
Menjelma tak ubahnya serpihan

Ku menunggu
MAgnet yang bukan baja
Mengumpulkanku menyatu
Terbawa ke pantai harapan

Ku berharap
Bersatu kau olah
Menjadi selembar kertas
Yang mungkin tak putih benar

Yang bisa kau tulis
Atau kau jadikan pembungkus
Untuk membungkus hatimu rawan.

03102011, diiringi “Memory”-nya Susan Wong, dari A Night at the Movies





Bantu selesaikan ya…..

28 09 2011
Puisi ini belum selesai. 
Kalau Anda punya ide, bantu selesaikan ya..... 
Anda tentu tau keunikan puisi ini. 
Saya suka model puisi seperti ini, karena harus berpikir dan kreatif menguntai kata dan makna

Malam senyap
Tak ada cahaya, gelap
Dingin begitu meresap
Ingin ku terlelap
Sambil menatap
Bintang berkelip-kelap

Berharap, esok kan siap
Kembali berbalap
Bekerja dengan semangat, tetap
Pantang menerima suap
Agar jangan sampai dicap

Supaya pekerjaan bisa lengkap
Selalu motivasi meluap
Jangan sampai menguap
Walau hanya sekejap

Pagi sarapan sup
Tidak lupa mencari di map
Agar tampak menggunakan lup

uap, lap, mengecap, gap, hap hip hub heb hop, kap, singkap, Tangkap