The Saddest Story

19 09 2016

Si hitam jumat pagi kemarin g ada suaranya. Tau2 sudah membujur kaku :-(( Lalu tinggal lah sikun(ing) sendiri. Meongnya memelas sekali. Malam2 maunya ngusel di antara kaki pengen dikelonin.

Dua hari kemudian tepatnya minggu sore saat ditaruh di belakang rumah – padahal tidak ada akses keluar – Sikun menghilang. Ubek2 dicari anehnya g ketemu. Kalau mati ya sampai sekarang kok g bau bangkai. Agak g mungkin kalau dia memanjat tembok penghalang banjir karena dia jalan saja belum lancar. Agak gak mungkin juga ditemukan induknya karena dia sudah bau orang.

Saya dan anak2 sangat berduka. Mengingat mereka berdua 4 kali sehari – atau lebih – saya suapi susu pakai pipet. Bahkan siang hari selalu  menyempatkan pulang dari kantor hanya untuk menyusui mereka…..kadang sampai diri sendiri lupa makan. 

Selamat jalan untuk kalian berdua….

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: