The Saddest Story

19 09 2016

Si hitam jumat pagi kemarin g ada suaranya. Tau2 sudah membujur kaku :-(( Lalu tinggal lah sikun(ing) sendiri. Meongnya memelas sekali. Malam2 maunya ngusel di antara kaki pengen dikelonin.

Dua hari kemudian tepatnya minggu sore saat ditaruh di belakang rumah – padahal tidak ada akses keluar – Sikun menghilang. Ubek2 dicari anehnya g ketemu. Kalau mati ya sampai sekarang kok g bau bangkai. Agak g mungkin kalau dia memanjat tembok penghalang banjir karena dia jalan saja belum lancar. Agak gak mungkin juga ditemukan induknya karena dia sudah bau orang.

Saya dan anak2 sangat berduka. Mengingat mereka berdua 4 kali sehari – atau lebih – saya suapi susu pakai pipet. Bahkan siang hari selalu  menyempatkan pulang dari kantor hanya untuk menyusui mereka…..kadang sampai diri sendiri lupa makan. 

Selamat jalan untuk kalian berdua….





In Memoriam: Rong-Rong a.k.a. Ong-Ong

4 09 2016

Mona sebatang kara

Sendiri tak ada siapa-siapa

Ditinggal mati 2 kakaknya

Ditinggal pergi 3 entah ke mana

Emak pun tak tau rimbanya
Sejak ditinggal mati si kakak

Mona tau mau minum

Juga tak mau makan

Jelas sekali raut sedih di mukanya.
Semua tlah tiada

Tapi kau masih memiliki keluarga

Kami semua sayang padamu Mona

Jangan bersedih jangan berduka
Kembalilah minum, kembalilah makan

Kembalilah ceria

Kembali jalani hidup yang ceria

Kita doakan saja dia bahagia di sana
Lihatlah lihat

Tuhan kembali memberi rezeki

Dua anak kau kirim ke sini

Untuk menemani biar tak sendiri
Jadilah kakak yang berbudi

Sayangi mereka seperti saudara sendiri

Ajari mereka hidup sendiri

Karena besar nanti kau mesti mandiri