Siapa Tak Butuh Marketing?

14 10 2012

Rekrutmen dan Marketing selalu berteman. Yang satu magnetnya selalu menarik, yang lainnya “Kejarlah Daku Kau KuTangkap”. “Malu-Malu Kucing”. “Jinak-Jinak Merpati”. Berkali-kali mengikuti jobfair, career day, atau apapun namanya, selalu terlihat bahwa semua perusahaan mencari posisi marketing. Mulai dari administrasi, staf, penyelia, hingga manajernya. Konon, uang adalah yang utama (kalau tidak boleh dibilang satu-satunya) yang menjadi daya tarik bagi pekerja di bidang ini. Mungkin itu yang menyebabkan mereka selalu mencari peluang yang lebih baik. Tapi, dari sudut pandang ketenagakerjaan, keluar masukknya karyawan selalu ada faktor penarik dan pendorong. Faktor uang adalah faktor penarik yang sangat kasat mata. Bagi seorang recruiter, justru harus mampu menemukan aspek yang TIDAK kasat mata, baik dari faktor pendorong, maupun faktor penarik.

Dari sebuah Konferensi HRD beberapa bulan yang lalu, seorang manajer yang dulu pernah menjadi HR Manager di PBB, mengatakan tentang hasil survey mengenai employee engagement, bahwa karyawan yang memutuskan resign karena alasan penghasilan yang lebih tinggi adalah tingkat yang keempat. Yang pertama sampai yang ketiga (sayangnya saya lupa urutannya) adalah karir, pengembangan diri, dan hubungan dengan atasan.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: