Penghargaan

17 06 2012

Penghargaan.

Aku berikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim ku di FK. AA, Iren, Mbak Ida, Sifal. Konsistensi, integritas, dan (hope) independensi akan tetap terjaga, dan tidak luntur. Perjuangan baru dimulai. The end of mind memang kita semua tahu bersama. Tapi menuju ke situ bukan pekerjaan mudah. Banyak tantangan, tuntutan, dan banyak yang hanya memilih ini menjadi tontonan.

Saya bangga bisa menjadi satu tim dengan kalian. Meskipun awalnya kita sama sekali tidak mengenal, tapi pertemua beberapa bulan ini sepertinya telah mengikat kita. Suka duka dan dinamika mewarnai setiap aktifitas.

Ini semua belum berakhir. Ini baru mulai. Tetapi izinkan sekali lagi saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada kalian semua.

Terima kasih teman 🙂





Dia Ary. Maksudnya Diary :-P

10 06 2012

Sangat jarang blog ini di isi. Dan biasanya dibuat dalam bentuk yang
dipersiapkan sebelumnya. Jarang dibuat sebagaimana diary/log book, seperti
namanya blog=web log.

Hari ini hari yang menyenangkan sekaligus unik.
Pagi ini kami kembali melakukan gerak jalan di perumahan RW 02. Awalnya, aku
nggak pernah aktif di lingkungan. Tapi sejak ada isu penggusuran oleh yang
merasa berwenang di negeri ini, minat keorganisasianku pun bangkit lagi
setelah beberapa tahun tertidur.

Ternyata menyenangkan juga. Meskipun dinamikanya berbeda dengan organisasi di
sekolah atau di kampus. Di sekolah atau di kampus, memiliki visi dan
kepentingan yang sama, tapi dengan kapasitas orang yang relatif sama pula.
Menariknya di lingkungan ini adalah karena terdiri dari berbagai macam
kapasitas orang. Kapasitas di sini saya maknakan sebagaimana dalam ilmu
komunikasi disebut sebagai FOR (Frame of Reference) dan FOE (Frame of
Experience). Belum lagi masalah kepentingan. Tiap orang punya kepentingannya
sendiri-sendiri. bahkan tidak mustahil ada hidden agenda/needs. Jadi
terkadang harus berhati-hati karena bisa jadi kita bicara yang tidak sesuai
dengan yang diharapkan alias kontradiktif dengan kepentingan lawan bicara
kita.

Kepentingan tidak dipungkiri terjadi karena faktor kekuasaan, dan faktor asap
dapur. Kepentingan di sini terjadi karena bisa jadi apa yang kita lakukan
akan “mengganggu” status quo atau macan tidur. Well.. Mari kita berhati-hati.

Mungkin akan banyak orang heran, kok mau-maunya aku sekarang aktif seperti
ini. AMBAK? Apa Manfaatnya BAgi Ku? Awal tahun ini, tidak seperi tahun
sebelumnya, aku mencoba untuk membuat resolusi. Dan resolusi itu adalah
sebuah keinginan untuk berbuat lebih bagi orang lain.

Sudah umur segini rasanya aku belum bisa berbuat banyak untuk orang lain. Ya,
memang, masih banyak yang aku harus aku lakukan untuk diriku sendiri danuntuk
orang-orang terdekatku. Tapi rasanya itu kok tidak cukup. Aku teringat dengan
pelatihan 8 Habits. ya 8, bukan 7. Konon orang kalau sudah makan 3 kali
sehari sudah cukup lah baginya, dan saatnya untuk berbuat lebih banyak bagi
orang lain. Lha aku ini makan kalau mau sudah bisa lebih dari 3 kali sehari.
Malu rasanya tidak berbuat sesuatu.

Akhirnya aku mencoba mewujudkan resolusi itu. Awalnya aku sempat beberapa
kali mengisi answer.yahoo.com. Banyak orang yang membutuhkan jawaban di situ.
Aku hitung itu sebagai bantuan aku. Aku juga mencoba rutin donor darah. Tapi
sampai saat diary/blog ini ditulis, tahun ini aku baru 1 kali. Harusnya April
adalah donor yang kedua. Tapi terhalang sakit, lalu kesibukanku, dan rencana
ada donor di lingkungan pada 1 Juli nanti, maka rencanaku tertunda lagi.
Seharusnya dulu aku langsung saja donor lagi. Sehingga Juli nanti akan
menjadi donor yang ketiga.

Well… acara gerak jalan selesai, saatnya aku nerusin kerja lagi di hari minggu ini untuk rapat penilaian dan rapat bulanan senin besok.

OMG……
– @Indomaret RawaBelong.





Diam Itu Emas, Seringkali (Kata Pak Poespo)

1 06 2012

Ini tulisan dari Bung Jojo Raharjo di FB wallnya. Saya copas di sini karena isinya bagus bagi saya, dan mengingatkan saya untuk menjadi seperti itu. Meski – kritik saya – hal yang dikontrakan di sini bisa juga menjadi baik. Misalnya pelawak ya tetap perlu karena fungsinya untuk menghibur. Meski ada juga lawakan badut, lawakan bacot, dan lawakan intelek. Inilah tulisan Bung Jojo itu…..

Wisdom of the day: Orang yang banyak cakap, suka teriak-teriak, biasanya dia sedang menutupi kelemahan besar termasuk rasa kurng percaya dirinya. Ciri orang kurang percaya diri itu dua: diam sekali, atau justru cerewet/ aktif/ ribut sekali. Manusia tidak sadar mengalihkan isu kelemahannya.

Bagaimana kita bisa membedakan orang yang pendiam banget itu kurang percaya diri atau memang irit berbicara? Ajak ngobrol, ambil isi kepalanya. Kalau ada teman suka teriak-teriak, nyanyi-nyanyi kencang, nendang-nendang nggak jelas, atau bersosial media gak jelas, itu sudah jelas: menutupi kelemahannya.

Kadang pepatah lama “ilmu padi, makin berisi makin merunduk” ada benarnya. Begitu pula ungkapan “tong kosong nyaring bunyinya. Kalau sebuah tong ada airnya, taruhlah lebih dari separuh, ia tak akan berbunyi saat dipukul. Begitu pula manusia. Banyak cakap=gak ada isi. Sesungguhnya yang menentukan kita itu berisi bukan kalau kita banyak cakap, tapi pada kualitas cakap kita. Karakter. Juga hasil kerja nyata. Jadi waspadailah orang-orang yang suka berteriak kencang di dekat Anda. Orang jawa bilang “Nul puthul arek itu!” Bekerja itu dengan karya.

Kalau disuruh memilih: jadi intelijen yang tak banyak cakap atau jadi pelawak yang mengobral bacot, saya milih yang pertama. Cool tapi berisi. Sang Kuasa menciptakan dua telinga dan satu mulut jelas maknanya: jangan banyak bacot dalam hidupmu. Perbanyaklah mendengar dan berkarya nyata.