Puisingkat: Ironi Sebatang Kayu

3 10 2011

Senja menjelang petang, menjadi waktu yang tersenang
Untuk mengumbar ide
di selepas kepenatan bekerja
Secercah masih tersirat ungkapan hati

——————————————————

Laksana sekerat kayu
Di antara belantara samudera
Mengambang kian kemari

Tak ada arah, tak ada tujuan
Ke mana angin, akan menghanyutkan

Jika masanya, kan ter-renyuh
Termakan air, lumut, dan ikan
Pula camar laut

Mungkin tak tenggelam
Namun bertebaran tak menyatu

Karena kau mencampakkan
Dari sebatang tinggi

Mengabaikan dari bagiannya
Men-tak-acuhkan keberadaannya

Membiarkannya terpencar
Menjelma tak ubahnya serpihan

Ku menunggu
MAgnet yang bukan baja
Mengumpulkanku menyatu
Terbawa ke pantai harapan

Ku berharap
Bersatu kau olah
Menjadi selembar kertas
Yang mungkin tak putih benar

Yang bisa kau tulis
Atau kau jadikan pembungkus
Untuk membungkus hatimu rawan.

03102011, diiringi “Memory”-nya Susan Wong, dari A Night at the Movies

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: