Puisi: Mataku, Permataku

15 07 2011

Puisi: Mataku, Permataku

Inilah sebuah inspirasi yang datang saat sakit mata

Saat mataku kurang mampu melihat,
mata hatiku membantu mendengar, dan
mata batinku meraba dengan lebih peka
sehingga mata kakiku tetap mampu melangkah

Saat telingaku tak dapat kuandalkan,
ku mendengar suara batinku
sehingga aku dapat berbicara sesuai kata hatiku

Saat badanku lemah
aku menguatkan batin
seraya memasrahkan hati
hingga ku tetap dapat bergerak maju

Saat mata terpaku pada tujuan
ku perhatikan mata angin
ku pelajari semua mata rantai yang terkait
ku cegah jangan sampai ada mata-mata mencuri
dan tertipu air mata buaya
yang akan mengambil mata sapiku
di ujung mata kail
bukan di mata ikan ini

Saat menatap tujuanku,
Mataku tak akan buta
memandang fluktuasi mata uang
karena itu mempengaruhi mata pencaharianku

Mata hatiku
Ku pandangi matamu yang masih terpejam
sambil menunggu matahari
seraya mendengar gemericik mata air

Mataku berbinar-binar
sang buah hati pandai di semua mata pelajaran
aku periksa mata anggaran
untuk memenuhi janji cendera mata

Terima kasih mata kananku
meski saat ini kau membutuhkan obat mata
yang hari ini menjadi seperti mata kayu
hingga harus berkaca mata
karena berkala mataku berkaca-kaca
di bola mata ku
yang seperti mata bola

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: