Paradigma

22 07 2011

Membuka paradigma orang adalah seperti membuka panci berisi air beku.

Menyemangati orang agar berubah untuk berkembang adalah seperti memanaskan es batu di dalam panci menggunakan sebatang lilin.

Paradigma semangat berkelimpahan (abundance) adalah seperti panci tertutup berisi air panas dengan uap yang meletup-letup keluar.

Pribadi yang berkelimpahan adalah seperti air panas dalam panci yang tutupnya dibuka.

Jakarta, 22 Juli 2011, 17:17

Advertisements




Gadis Pengamen di Simpang Tomang

15 07 2011

Gadis Pengamen di Simpang Tomang

Kulit putih berbalut gaun pesta
Menyanyikan penggalan lagu dewasa

Di antara motor yang menanti
Lampu hijau agar bisa berjalan kembali

Tampang lumayan manis di antara sebaya
Ku tak yakin umur berapa

Sekitar kelasĀ  satu atau dua
Entah dia anak siapa

Antara yakin dan tidak percaya
Apakah ia pengamen sebenarnya?





Puisi: Mataku, Permataku

15 07 2011

Puisi: Mataku, Permataku

Inilah sebuah inspirasi yang datang saat sakit mata

Saat mataku kurang mampu melihat,
mata hatiku membantu mendengar, dan
mata batinku meraba dengan lebih peka
sehingga mata kakiku tetap mampu melangkah

Saat telingaku tak dapat kuandalkan,
ku mendengar suara batinku
sehingga aku dapat berbicara sesuai kata hatiku

Saat badanku lemah
aku menguatkan batin
seraya memasrahkan hati
hingga ku tetap dapat bergerak maju

Saat mata terpaku pada tujuan
ku perhatikan mata angin
ku pelajari semua mata rantai yang terkait
ku cegah jangan sampai ada mata-mata mencuri
dan tertipu air mata buaya
yang akan mengambil mata sapiku
di ujung mata kail
bukan di mata ikan ini

Saat menatap tujuanku,
Mataku tak akan buta
memandang fluktuasi mata uang
karena itu mempengaruhi mata pencaharianku

Mata hatiku
Ku pandangi matamu yang masih terpejam
sambil menunggu matahari
seraya mendengar gemericik mata air

Mataku berbinar-binar
sang buah hati pandai di semua mata pelajaran
aku periksa mata anggaran
untuk memenuhi janji cendera mata

Terima kasih mata kananku
meski saat ini kau membutuhkan obat mata
yang hari ini menjadi seperti mata kayu
hingga harus berkaca mata
karena berkala mataku berkaca-kaca
di bola mata ku
yang seperti mata bola





15 07 2011

ENTREPRENEURSHIP

10 Juli 2011

Di suatu minggu sore, sambil bekerja dan menonton tv. Berpikir…

Saya bukan (belum menjadi) entrepreneur, tapi mengamati para entrepreneur. Gak tau nih kok tiba2 demen ngomongin tentang entrepreneurship. Beginilah pandangan dan pengamatan saya:

  • Entrepreneur justru bekerja saat kita berlibur, dan saat kita bekerja, mereka (entrepreneur pemula) bekerja juga; sedangkan entrepreneur sukses bisa memilih mau bekerja atau berlibur
  • There’s no week end for entrepreneur. But they can say everyday is holiday too…
  • Karyawan kerja di kantor, di rumah mereka mnjadi bapak/ibu/suami/istri. Entrepreneur jd entrepreneur di kantor, di rumah, bahkan saat baru bangun dan mau tidur.
  • Entrepreneur tiap malam bermimpi tentang usahanya
  • Entrepreneur memasukkan usaha mereka ke dalam alam bawah sadar mereka (alpha level)
  • Konsisten, tekun, pantang menyerah, dan tidak cepat puas adalah kata kunci para entrepreneur
  • Jangan tanya pada entrepreneur bagaimana cara mereka berhasil, tapi tanya berapa kali gagal, & *mampu bangkit kembali* dari kegagalan mereka.
  • Jangan mengaku menjadi entrepreneur sejati bila baru sekali usaha lalu berhasil.
  • Bukan entrepreneur jika saat ini Anda menjalankan usaha warisan orang tua (cmiiw)
  • Entrepreneurship lebih berkaitan dengan kecerdasan (eq) daripada kepintaran (iq)
  • Konon IQ cenderung stabil selama hidup, sementara EQ bisa ditingkatkan/dipelajari. entrepreneur belajar EQ di seluruh hidupnya.
  • Semua orang bisa/berhak/boleh untuk jadi entrepreneur. Tetapi kualifikasi/ciri seseorang entrepreneur itulah yg akan menentukan mana yg berhasil/tidak (konsisten, tekun, pantang menyerah, tidak cepat puas).
  • Entrepreneur berkata “saya belum berhasil”, lalu tetap mencoba (yg lain) hingga berhasil. yang bukan berkata “saya gagal”, lalu berhenti.
  • Entrepreneur memulai usahanya dari kecil kemudian makin membesar sejalan dg waktu.
  • Entrepreneur jiwanya tetap humble meski sudah berhasil