Fragmen Grogol

19 05 2011

bocah itu mestinya sekitar 5 tahun. berlarian tak beralas kaki di perempatan citraland. di tangannya segenggaman recehan.sebelumnya tak kuperhatikan dia.sampai dia tiba-tiba menepuk pahaku sambil menengadahkan tangannya penuh arti

sejenak mata dia berlarian kembali. matanya menuju sasaran berikutnya. dengan sigapnya ia letakkan kembali tangannya menengadah di paha perempuan muda itu. sekejap terkejut, lalu bertanya sopan mau apa dik?

hanya itu yang bisa kutangkap dari gerak bibir ucapannya. entah apa lagi yang dia katakan pada bocah itu. yang jelas sang bocah tetap bertahan, sementara wanita itu melanjutkan perbincangan penawaran harga dengan si pemilik toko

pancingannya tak berhasil kali ini. meski tangan pancingnya sudah digerakkan kian kemari. dan umpan di ujung pancing sudah gemerincing tertarik pancing.

dengan sigap sensor matanya mencium ikan lain di kejauhan. berpikir yang satu ini sudah mustahil, bergegas ia menuju yang lain. berlari ke ujung jalan, sampai menghilang di balik kelokan.

setarikan panjang kuhela napas. memaknai fragmen kehidupan metropolitan. di antara tinggi gedung penggaruk awan, dan seliweran mobil mewah berpendingin udara. seakan tak pernah merasakan tetesan keringat yang mengucur dari pori-pori kehidupan.

‎… kisah ini masih bersambung … tiap hari – di kehidupan sang bocah … entah berapa season, hingga san penentu nasib menentukan garis tangan berbeda. entah lurus, atau berkelok.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: