Tepekur

25 04 2011

dalam keheningan malam. ku dengar detik jam dinding. dan gemericik air mengalir berusaha memenuhi bejana. sekali terdengar cicit tikus berlarian. mesin pendingin mendengungkan telinga tiada henti. kejauhan derum motor entah hendak ke mana selarut ini.

masih ku berusaha memfokuskan pada satu titik di beberapa puluh senti di depanku. duduk di bawah sini memikirkan zat Yang jauh di atas sana, membayangkan kejadian di depan nanti, seraya selalu merasakan yang jauh ada di timur, dipandu unseen light di kedua belah kiri kananku

sepenggal kata beribu makna, bahkan tiada kata mewakili rasa

tak perlu pikir dan bahasa. cukup merasa apa yang diminta. karena Yang Kuasa paham segala. pikir, rasa, dan asa

niat hati mengosongkan isi. agar bersih darah di hati. wadah kosong tanpa isi, berharap merasa getar dalam hati

sedikit mengisi raga agar ada sedikit tenaga. sedikit mengisi hati agar sedikit berarti