PESONA EMPAT PULUH TAHUN TEMPO

9 03 2011

Sejatinya puisi ini dibuat untuk lomba merayakan hari ulang tahun Tempo yang ke 40. Mudah-mudahan dapat nomer di penjurian nanti 🙂 Nggak apa-apa lah dipublish sebelum penjurian dimulai ya? 🙂

Keunikan Puisi ini adalah:
– Huruf awal tiap baris membentuk judulnya: PESONA EMPAT PULUH TAHUN TEMPO
– Rima puisi ini (bener nggak ya istilahnya rima hehe…) berakhiran huruf H (kecuali yang terakhir).
– Penggunaan kata rima akhiran H tidak ada yang diulang (CMIIW)
– Masing-masing bagian puisi ini (hmm… istilahnya apa ya?) menceritakan perjalanan Tempo: (1) Flash back), (2) (Masa OrBa), (3) Bangkit, Lahir Lagi, (4) Saat berkembang/menyongsong masa baru, (5) Do’a

PESONA EMPAT PULUH TAHUN TEMPO

(FLASHBACK)
Perjalanan hidupmu penuh susah dan Indah
Edisi demi edisi kau cipta tanpa lelah
Setiap hari dan minggu berusaha bersih tanpa celah
Omelan penguasa tak membuatmu lemah
Namun sanjungan pun tak menjadikan jengah dan lengah
Apapun pujiannya selalu merendah sebawah tanah

(ORBA)
Era politik sempat membuatmu rebah dan resah
Mencoba menghancurkan melalui seakan salah
Pernah mereka membuatmu marah bak tersengat lebah
Atau menurunkan semangat melelehkan getah
Tak sekalipun semua itu menjadikan letih, sedih

(BANGKIT, LAHIR LAGI)
Penguasa beralih, demokrasi kembali pulih
Umbi di tengah sawah basah kembali tumbuh
Liputan di belantara dunia mencari berita terpilih
Upaya mencari kebenaran tanpa keluh dan mempedulikan peluh
Hidupmu meramu buih data menelaah, memilah, dan memilih menjadi berita yang putih bersih

(SAAT BERKEMBANG/MENYONGSONG MASA BARU)
Tak disangkal, bagi kami kau-lah rumah dan sekolah
saat mulai tertatih hingga menjadi gagah

Abdikan kemampuan kami menatah prestasi diiringi ibadah
Hati kami tlah terenyuh pada si dia yang kokoh dan kukuh
Untuk tetap selalu bersama melangkah menempuh suka dan susah
Nadi kami berdetak roh mu mengalir dalam jiwa dalam darah

(DOA)
Tetaplah menjadi lidah, setajam bilah, dan secepat panah, tanpa mengharap hadiah
Empat puluh adalah waktu untuk kali kedua melangkah
Menuju puncak, menghasilkan buah kreasi nan megah
Pesona Empat Puluh laksana dewasa kedua hidupnya majalah
Oh Tempo, di sinilah Tempat Ekspresikan Minat, Potensi, dan Obsesi

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: