Waktu, Peluang, dan Kesempatan

19 04 2013

Waktu, Peluang, dan Kesempatan, mungkin adalah sesuatu yang tidak bisa datang dua kali. Karena itu, pergunakanlah dengan sebaik-baiknya.





Pemutakhiran

6 07 2020

Ilham hari ini mendapat inspirasi ketika HP saya kemarin ada pengingat online yang mengatakan bahwa ada pembaharuan mutakhir untuk OS Android Q saya. Pemutakhiran terbaru dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi kemajuan teknologi terakhir dengan beberapa kemampuan baru.

Tidak berbeda dengan HP, sebagai manusia kita juga wajib untuk selalu melakukan pembaharuan-pembaharuan terakhir agar kita juga bisa menyesuaikan diri dan merespon situasi kondisi di luar kita.
Jika tidak melakukan pemutakhiran kita mungkin bisa saja tetap hidup, tapi tanpa terasa suatu saat nanti kita akan tiba-tiba merasa terbelakang, tidak berkembang, tidak bisa mengikuti lajunya perkembangan.

Sama dengan analogi guru dan murid, kita harus menjadi seorang murid, seorang pembelajar. Di sekolah satu guru mengajar satu (atau beberapa) mata pelajaran. Tapi sebagai murid, kita tidak memiliki pilihan. Harus mampu menguasai semuanya.

Semua? Hmm…. Mungkin lebih bijak jika kita mengambil sekolah “kejuruan” yang mem-fokuskan pada beberapa bidang saja. Fokus di bidangnya, ahli di bidangnya.

Di satu sisi kita dituntut untuk menjadi generalis, dan di sisi lain kita perlu tetap menjadi spesialis yang mahir di bidang spesialisasi/passion kita.





Kreativitas

28 06 2020

Kreatifitas terjadi ketika otak kita korslet dengan sesuatu hal yang membuat kita “kesetrum”.
Penyebab korslet bisa macam-macam. Baca buku, nonton, ngobrol, berimajinasi, bermimpi, diskusi, googling, juga rekreasi, dan bahkan menyanyi.

Intinya makin banyak kita terterpa oleh berbagai macam badai, makin mungkin kita korslet lalu kesetrum.
Makanya… Ingin kreatif? Ya banyak-banyak lah mencari badai yang berbeda dari hari ke hari. Dari waktu ke waktu, mencari sesuatu yang berbeda, yang membuat kita menjadi kaya, dan makin banyak memungkinkan munculnya ide yang beragam.

Saya selalu ingat pesan almarhum dosen saya yang mengatakan kalau cuma bisa Bahasa Inggris ya mimpinya paling banter dalam bahasa Inggris. Coba memahami Bahasa Jepang, Jerman, Korea, Rusia, maka mimpi kita makin berwarna. Bukan hanya bahasa yang berbeda, tapi masing-masing bahasa memiliki logika bahasa yang berbeda bukan? Ada bahasa yang memberikan sebuah benda memiliki gender. Ada bahasa yang ada level pasaran hingga kromo inggil.

Saya sendiri orang Jawa (Tengah). Suatu ketika pernah mendengar seseorang berbicara dengan Bahasa Jawa halus. Sudahlah yang menyampaikan sendiri perawakannya menarik, mengucapkannya juga tak kalah menariknya. Rasa bahasa yang saya tangkap begitu indah. Saat itu ingin rasanya saya sebagai orang Jawa belajar bahasa Jawa (yang sampai saat ini belum kesampaian).

Kreatifitas tidak hanya membuat sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada. Namun bisa juga ia mengubah dari bentuk yang satu menjadi hal yang lain. Bahkan memalsukan sebuah lukisan diperlukan kreatifitas yang tinggi bukan? Dalam hal tertentu ia bisa disebut inovasi karena yang di’cipta’kan tidak lah benar-benar baru. Namun dengan kreativitasnya bisa menjadi sesuatu yang baru.

Kreatifitas juga kadang membutuhkan tempat dan waktu tertentu. Ada yang mendapatkan ilham ketika berada di bilik 2×1 meter. Biasanya dengan membawa HP :-D. Ada juga yang mendapatkan inspirasi ketika sedang shalat (ada yang bilang ini sih ulah mahluk yang mengganggu konsentrasi ibadah kita). Atau seperti saya sekarang ini. Mendapatkan ide ketika sehabis acara nongkrong-nongkrong online bersama alumni kuliahan dan para dosen. Sebelum acara sempat diputarkan lagi himne Universitas Padjadjaran. Tapi karena masalah teknis, akhirnya tidak bisa. Lalu kami bersama-sama menyanyikan lagu himne itu.

Himne adalah lagu yang syahdu, dibawakan dengan tempo lambat, dan cocok rasanya lagu ini buat membawa kita ke alam masa kuliah dulu. Bahkan bagi saya rasanya bisa membuat saya merasa masih kuliah. Nah, rasanya saya harus sering-sering menyanyikan himne ini biar awet muda wkwkwkwk. Tapi – mungkin karena kreatifitas – pada saat menyanyi bersama itu saya hampir tertawa, karena saya merasa ada yang lucu pada liriknya. Liriknya sih tidak lucu. Tapi (nah ini juga salah satu cara kreatifitas), saya mengasosiasikannya dengan suatu keadaan/kondisi tertentu. Itu tercermin dalam kata-katanya (bisa dibaca di bawah).

Akhirnya karena kondisinya memang benar-benar memenuhi syarat: waktu malam, sepi, habis dengar lagu yang bikin otak tiba2 nyetrum, malam-malam tapi kok malah nggak ngantuk, tiba2 keluarlah ide untuk menggubah lagu ini. Duh, ini saya sebelumnya harus minta maaf kepada seluruh warga unpad, dan bahkan penciptanya, karena saya menggubah lagu ini. Tapi punteeeen pisan, ini hanya sekadar luapan kreatifitas saya di malam hari yang saya pikir harus saya salurkan. Mohon maaf sebelumnya bagi yang tidak berkenan. Gubahan lagu ini rasanya cocok pisan dibawakan kalau dua insan alumni Unpad memadu janji menjadi satu hehehe.

Seperti apa lirik lagunya, silakan baca sendiri di bawah ini. Untuk teman-teman yang lupa atau bukan dari Unpad ya silakan googling sendiri di youtube lagu Himne Universitas Padjadjaran ya.

universitas kita / Ini kisah hidup kita
padjadjaran tempat bernaung /rumah tinggal tempat bernaung
insan abdi masyarakat / dua insan bersatu
pembina nusa bangsa / membina rumah tangga
padjadjaran lambang suci / pernikahan lambang suci
almamater yang tercinta / mengikat dua yang tercinta
tempat ilmu dan cita / tempat hidup dan jiwa
almamaterku tercinta / mengikat jadi bersama

Setelah direnungkan, dihayati, dan memperhatikan lirik aslinya, agar lebih mirip lirik akhirnya adalah seperti berikut:

Ini kisah hidup kita
Rumah tinggal tempat bernaung
Dua insan saling mengikat
Membina rumah tangga
Pernikahan lambang suci
Janji dua insan yang mencinta
Tempat hidup dan jiwa
Mengikat jadi bersama





Air Bah, Hadiah Tahun Baru 2020

4 01 2020

Daaaan…. inilah kompilasi curahan hati
yang membawa kenangan sampai mati.
Jujur tak kusukai,
tapi semua sudah terjadi.
Hadapi dengan berani,
dan pasrah hati.
Karena semua ini
Sudah putusan Illahi.

Jakarta, Slipi, 4 Januari 2020

—————-

Hujan turun
Gemericik mengalun
Daun berayun
Aku tertegun

Air mengalir
Alur air terhambat
Macet mengular
Banjir penyebab

Air menyeruak masuk
Di subuh yang masih sejuk
Aku hanya bisa terduduk
Memandang deras bah yang sedang sibuk

Air surut
Mari bersihkan rumah
Kelak kaki kan diurut
Untuk hilangkan lelah

Aku bergumul dengan air
Membuang semua keluar
Tanah lumpur bercampur pasir
Ku lempar semua keluar pagar

Menghitung hari di musim hujan
Berharap banjir tak lagi berkenan

Malam berlalu, berganti siang
Berharap esok banjir tak lagi datang

Banjir telah melanda
Aku tetap siaga

#pantunbanjir #banjir #banjirjakarta #jakartabanjir

(Banjir 1 Januari 2020)





Belajar Menuju Haiku

30 12 2019

Alhamdulillah besar mencurah
Semoga hujan membawa berkah
Melalui air yang bertumpah ruah

Berdo’a di antara derasnya hujan
Semoga terwujud semua harapan
untuk waktu di masa depan

Hujan berlomba turun tiada henti
Berlarian di sepanjang alur kali
mengejar dia yang sudah mendahului

Petir berteriak mengucap salam
Kilat bercahaya menerangi malam
Di antara malam yang kelam

Semua tertahan di warung malam
Sedangkan kucing mendengkur dalam temaram
Begitu pulsa mengorok menggeram

Kantukpun mulai tak tertahan
Sedangkan perut telah dipenuhi makanan
dan hangatnya segelas minuman

Malam semakin larut
Tapi mengapa aku mulai sakit perut? 😁
Dan perutpun sudah bersuara tut tut tut 😁

Tiba di rumah berharap kasur
Ingin hati langsung mendengkur
Mengistirahatkan badan lurus tersungkur

Minum panas segelas coklat
Membuat mata makin merekat
dan hatipun makin mendekat





Iman

15 08 2017

Saya punya ungkapan. Sudah lama tidak lagi menyuarakan ungkapan itu lagi. Itu tercetus lagi saat bertemu dengan teman yang akan mulai berkiprah di bidang lain. Ungkapan itu adalah: Seringkali kita berislam (mengucapkan [dan menjalankan] rukun islam), tapi sama seringnya kita tidak beriman (mengucapkan [menjalankan] rukum iman) utamanya dalam perihal percaya pada takdir baik dan takdir buruk





Kondisi Kesehatan Moki, 3 Mei 2017

4 05 2017
Hari ini ketika pulang dari kantor ada kejutan yang membahagiakan. Moki yang kakinya tertabrak motor sudah mulai bisa berjalan lagi. Sebelumnya kalau berjalan kakinya diseret seperti orang yang stroke. Tapi malam ini dia agak sudah mulai berjalan seperti biasa. Meskipun kelihatan masih lemas. Tapi telapaknya sudah mulai menapak.
Pinggul kanan yang belakangan ketahuan luka terbuka (robek) dan kelihatan daging merah segar sudah mulai mengering dan tertutup oleh kulit. Mudah-mudahan tidak lama lagi bulunya juga akan tumbuh lagi.
Paling parah adalah ekornya. Awalnya drh mengatakan ekor Moki patah juga tapi tak mengapa nanti akan nyambung sendiri. Akhirnya kami tidak terlalu memperhatikannya. Namun lama kelamaan keanehan muncul. Kami menemukan ekornya di lantai. Awalnya di kantor saya mendengar berita itu menyangka ekornya putus. Bukan putus ternyata, namun bulu berikut kulitnya terlepas. Yang tersisa adalah tulang ekor yang dibungkus daging segar. Jujur saja pada mulanya saya sendiri tidak kuasa untuk melihat penderitaan itu. Hal yang bisa saya lakukan hanya memberi bubuk anti kuman/bakteri agar ekornya tidak infeksi. Lama kelamaan ekornya seperti mengering dan terbungkus oleh daging yang mengering.
Ternyata penderitaan Moki belum berakhir. Kulit kering itu terlepas lagi dari ekornya dan kembali, menyisakan tulang ekor dengan daging segar yang basah. Proses memberikan bubuk anti infeksi/bakteri pun kembali dilakukan. Sekarang, pada ekornya sudah mulai tumbuh kulit lagi. Mudah2an kelak ekornya akan tertutup kulit semua dan berlanjut dengan tumbuhnya bulu.
Tapi saat ini baru permulaan. Baru pangkal ekornya saja yang sudah ditumbuhi kulit. Di ujung ekor masih tertutup oleh daging kering mati yang membentuk kerak. Sementara di tengah ekornya masih tampak jelas daging segar yang basah mengkilap.
Usaha dan doa ini belum selesai. Mohon doa dari Ontu dan Ongkel untuk kesembuhan Moki. Berharap menjelang Lebaran nanti sudah bisa sehat seperti sediakala sehingga kami sekeluarga bisa merayakan Idul Fitri dengan lebih sempurna dengan anabul tercinta yang sudah sehat.
Saya begitu terharu menyaksikan perkembangan baik ini. Alhamdulillah. Aamiin…




Catatan akhir tahun 2016

2 01 2017

​Catatan Liburan Akhir Tahun 2016

Liburan akhir tahun ini dinikmati dengan cara yang sangat istimewa.  Awalnya berencana liburan sekeluarga ke kampung halaman. Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak.

Keluarga yang lain sudah berangkat mendahului karena anak-anak sudah keburu libur. Tepat pada saatnya akan berangkat batuk kering bukannya makin sembuh malahan makin parah. Seumur-umur baru sekarang ini batuk lebih dari dua setengah Minggu. Jalan periode itu sudah tiga kali ke dokter. Bahkan ke dokter yang terakhir obat yang mengandung narkoba begitu Katanya supaya efeknya kuat. Saat ke dokter yang terakhir penyakitnya juga bertambah. Karang batuk kering makin kencang setiap kali batuk otot berkontraksi hingga ke pinggang. Tepat pada tempat lower back pain yang sekian kali kumat. Dan kali ini setiap hari batuk terasa sekali sakitnya hingga ke tempat lower back pain. Akhirnya saat ke dokter yang terakhir selain diberi obat batuk juga diberi obat lower back pain.

Walhasil Jumat Sabtu Minggu Senin hanya di rumah saja. Selama di rumah paling order makan pemakai go food. Terima kasih untuk teknologi yang saat ini memungkinkan untuk semua itu.  Terima kasih juga untuk Mona, kucing kami yang selalu menemani Selama saya sakit. Pagi siang malam dia selalu setia menemani. Bahkan beberapa malam dia Menemani tidur. Ya Saya tidur di depan TV di ruang tengah hanya menggunakan tikar dan dilapis dengan alas terpal Yoga. Itu dilakukan agar pinggang tetap lurus.  Mona Sepertinya tahu bahwa tuannya sedang sakit. Rasanya Aneh ketika melihat Mona memandang. Tampak Sepertinya Dia kasihan melihat saya. 

Di hari terakhir saya mencoba berlatih Yoga untuk gerakan gerakan yang bisa mengendurkan pinggang.

Dipandu dengan aplikasi dari smartphone cukup 15 menit untuk latihan pertama. Hasilnya cukup lumayan Badan terasa lebih enak. 

Malam ini saat cerita ini ditulis, badan sudah jauh terasa lebih baik.   Meskipun tidak bisa disangkal bahwa badan masih terasa kebas.  pasti ini ulah dari antibiotik kadar tinggi. 

Hidung masih belum bisa mencium bau apapun, dan makanan yang ditelan juga berasa hambar semua. 

 Semoga besok sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

 Catatan. Catatan harian ini dibuat sepenuhnya dengan menggunakan Google Speech To Text. Sehingga Mungkin banyak tanda baca yang kurang pas utamanya  tanda baca koma.  selain itu juga huruf besar yang tidak pada tempatnya sengaja tidak diedit. Ini sebagai bahan evaluasi nanti Untuk melihat seberapa efektifnya penggunaan speech to text dalam bahasa Indonesia.





The Saddest Story

19 09 2016

Si hitam jumat pagi kemarin g ada suaranya. Tau2 sudah membujur kaku :-(( Lalu tinggal lah sikun(ing) sendiri. Meongnya memelas sekali. Malam2 maunya ngusel di antara kaki pengen dikelonin.

Dua hari kemudian tepatnya minggu sore saat ditaruh di belakang rumah – padahal tidak ada akses keluar – Sikun menghilang. Ubek2 dicari anehnya g ketemu. Kalau mati ya sampai sekarang kok g bau bangkai. Agak g mungkin kalau dia memanjat tembok penghalang banjir karena dia jalan saja belum lancar. Agak gak mungkin juga ditemukan induknya karena dia sudah bau orang.

Saya dan anak2 sangat berduka. Mengingat mereka berdua 4 kali sehari – atau lebih – saya suapi susu pakai pipet. Bahkan siang hari selalu  menyempatkan pulang dari kantor hanya untuk menyusui mereka…..kadang sampai diri sendiri lupa makan. 

Selamat jalan untuk kalian berdua….





In Memoriam: Rong-Rong a.k.a. Ong-Ong

4 09 2016

Mona sebatang kara

Sendiri tak ada siapa-siapa

Ditinggal mati 2 kakaknya

Ditinggal pergi 3 entah ke mana

Emak pun tak tau rimbanya
Sejak ditinggal mati si kakak

Mona tau mau minum

Juga tak mau makan

Jelas sekali raut sedih di mukanya.
Semua tlah tiada

Tapi kau masih memiliki keluarga

Kami semua sayang padamu Mona

Jangan bersedih jangan berduka
Kembalilah minum, kembalilah makan

Kembalilah ceria

Kembali jalani hidup yang ceria

Kita doakan saja dia bahagia di sana
Lihatlah lihat

Tuhan kembali memberi rezeki

Dua anak kau kirim ke sini

Untuk menemani biar tak sendiri
Jadilah kakak yang berbudi

Sayangi mereka seperti saudara sendiri

Ajari mereka hidup sendiri

Karena besar nanti kau mesti mandiri





Mona

28 08 2016

Malam ini kamu boleh tidur di sofa Mona. Kelihatannya dia begitu lelah. Tidurpun membelakangi.

Akupun tidur di lantai beralaskan karpet yoga malam tadi. Khawatir dia terbangun malam dan mengobrak abrik rumah.

Pagi terbangun dengan mendapati Mona sudah pipis di antara kaki, pada karpet yoga. Mona…. Mona…..